Memaparkan catatan dengan label rahsia. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label rahsia. Papar semua catatan

Jumaat, Mei 01, 2009

Panduan Hubungan Intim mengikut Islam

Oleh : Abu Umar Baasyir

Sebagai sebahagian daripada fitrah kemanusiaan, Islam tidak pernah menafikan hasrat seksual. Islam memberikan panduan lengkap agar seks boleh tetap dinikmati oleh seorang muslim tanpa harus kehilangan rentak ibadahnya.

Bulan Syawal, bagi umat Islam Indonesia, boleh dianggap sebagai musim kawin. Anggapan ini tentu bukan tanpa alasan. Kalangan agamawan dan muhibbin biasanya memang memilih bulan tersebut sebagai waktu untuk melangsungkan aqad nikah.

Kebiasaan tersebut tidak lepas dari anjuran para ulama yang bersumber dari ungkapan Sayyidatina Aisyah binti Abu Bakar Shiddiq yang dinikahi Baginda Nabi pada bulan Syawwal. Ia mengulas,

"Sesungguhnya pernikahan di bulan Syawwal itu penuh keberkahan dan mengandungi banyak kebaikan."

Namun, untuk menggapai kebahagiaan sejati dalam rumah tangga tentu saja tidak cukup dengan menikah di bulan Syawwal. Ada banyak hal yang perlu dipelajari dan diamalkan secara saksama oleh pasangan suami istri agar meraih ketentraman (sakinah), cinta (mawaddah) dan kasih sayang (rahmah), baik lahir maupun batin. Salah satunya -dan yang paling penting- adalah persoalan hubungan intim atau dalam bahasa fiqih disebut jima'.

Sebagai salah tujuan dilaksanakannya nikah, hubungan intim -menurut Islam- termasuk salah satu ibadah yang sangat dianjurkan agama dan mengandungi nilai pahala yang sangat besar. Karena jima' dalam ikatan nikah adalah jalan halal yang disediakan Allah untuk melampiaskan hasrat biologi insani dan menyambung keturunan bani Adam.

Selain itu jima' yang halal juga merupakan ibadah yang berpahala besar.
Rasulullah Shollallohu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Dalam kemaluanmu itu ada sedekah." Sahabat lalu bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah kita mendapat pahala dengan menggauli istri kita?." Rasulullah menjawab, "Bukankah jika kalian menyalurkan nafsu di jalan yang haram akan berdosa? Maka begitu juga sebaliknya, bila disalurkan di jalan yang halal, kalian akan berpahala."
(HR. Bukhari, Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah)

Karena bertujuan mulia dan bernilai ibadah itu lah setiap hubungan seks dalam rumah tangga harus bertujuan dan dilakukan secara Islami, yakni sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan sunah Rasulullah Shollallohu 'Alaihi Wasallam.

Hubungan intim, menurut Ibnu Qayyim Al-Jauzi dalam Ath-Thibbun Nabawi (Pengobatan ala Nabi), sesuai dengan petunjuk Rasulullah memiliki tiga tujuan: memelihara keturunan dan keberlangsungan umat manusia, mengeluarkan cairan yang bila berkumpul di dalam tubuh akan berbahaya, dan meraih kenikmatan yang dianugerahkan Allah.

Ulama salaf mengajarkan,
"Seseorang hendaknya menjaga tiga hal pada dirinya: Jangan sampai tidak berjalan kaki, agar jika suatu saat harus melakukannya tidak akan mengalami kesulitan; Jangan sampai tidak makan, agar usus tidak menyempit; dan jangan sampai meninggalkan hubungan seks, karena air sumur saja bila tidak digunakan akan kering sendiri."

Wajahnya Muram
Muhammad bin Zakariya menambahkan,
"Barangsiapa yang tidak bersetubuh dalam waktu lama, kekuatan organ tubuhnya akan melemah, syarafnya akan menegang dan pembuluh darahnya akan tersumbat. Saya juga melihat orang yang sengaja tidak melakukan jima' dengan niat membujang, tubuhnya menjadi dingin dan wajahnya muram."

Sedangkan di antara manfaat bersetubuh dalam pernikahan, menurut Ibnu Qayyim, adalah terjaganya pandangan mata dan kesucian diri serta hati dari perbuatan haram. Jima' juga bermanfaat terhadap kesehatan jiwa pelakunya, melalui kenikmatan tiada tara yang dihasilkannya.

Puncak kenikmatan bersetubuh tersebut dinamakan orgasme . Meski tidak semua hubungan seks pasti berakhir dengan orgsme, tetapi upaya optimal pencapaian orgasme yang adil hukumnya wajib. Yang dimaksud orgasme yang adil adalah orgasme yang bisa dirasakan oleh kedua belah pihak, yakni suami dan istri.

Mengapa wajib? Karena orgasme bersama merupakan salah satu unsur penting dalam mencapai tujuan pernikahan yakni sakinah, mawaddah dan rahmah. Ketidakpuasan salah satu pihak dalam jima', jika dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan akan mendatangkan madharat yang lebih besar, yakni pengkhianatan. Maka, sesuai dengan prinsip dasar islam, la dharara wa la dhirar (tidak berbahaya dan membahayakan), segala upaya mencegah hal-hal yang membahayakan pernikahan yang sah hukumnya juga wajib.

Namun, kepuasan yang wajib diupayakan dalam jima' adalah kepuasan yang berada dalam batas kewajaran manusia, adat dan agama. Tidak dibenarkan menggunakan dalih meraih kepuasan untuk melakukan praktik-praktik seks menyimpang, seperti sodomi (liwath) yang secara medikal telah terbukti berbahaya. Atau penggunaan kekerasan dalam aktiviti seks , baik secara fizikal maupun mental, yang belakangan kerap terjadi.

Maka, sesuai dengan kaidah ushul fiqih "ma la yatimmul wajibu illa bihi fahuwa wajibun" (sesuatu yang menjadi syarat kesempurnaan perkara wajib, hukumnya juga wajib), mengenal dan mempelajari unsur-unsur yang boleh membawa jima' kepada orgasme juga hukumnya wajib.

Bagi kaum laki-laki, tanda tercapainya orgasme sangat jelas yakni ketika jima' sudah mencapai fase ejakulasi atau keluar mani. Namun tidak demikian halnya dengan kaum hawa' yang kebanyakan jenis "terlambat panas", atau -bahkan- tidak mudah panas. Untuk itulah diperlukan berbagai strategi mempercepatnya.

Dan, salah satu unsur terpenting dari strategi pencapaian orgasme adalah pendahuluan atau pemanasan yang dalam bahasa asing disebut foreplay (isti'adah). Pemanasan yang cukup dan tepat, menurut para pakar seksologi, akan mempercepat wanita mencapai orgasme.

Karena dianggap amat penting, pemanasan sebelum berjima' juga diperintahkan Rasulullah Shollallohu 'Alaihi Wasallam. Beliau bersabda,
"Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu memberikan pendahuluan, yakni ciuman dan cumbu rayu." (HR. At-Tirmidzi).

Ciuman dalam hadits diatas tentu saja dalam makna yang sebenarnya. Bahkan, Rasulullah Shollallohu 'Alaihi Wasallam, diceritakan dalam Sunan Abu Dawud, mencium bibir Aisyah dan mengulum lidahnya. Dua hadits tersebut sekaligus mendudukan ciuman antara suami istri sebagai sebuah sunat sebelum berjima'.

Ketika Jabir menikahi seorang janda, Rasulullah bertanya kepadanya,
"Mengapa engkau tidak menikahi seorang gadis sehingga kalian bisa saling bercanda ria? …yang dapat saling mengigit bibir denganmu."
HR. Bukhari (nomor 5079) dan Muslim (II:1087).

Bau Mulut
Karena itu, pasangan suami istri hendaknya sangat memperhatikan segala unsur yang menyempurnakan fasa ciuman. Baik dengan menguasai teknik dan trick berciuman yang baik, maupun kebersihan dan kesehatan organ tubuh yang akan dipakai berciuman. Karena boleh jadi, bukannya menaikkan suhu jima', bau mulut yang tidak segar justru akan menurunkan semangat dan hasrat pasangan.

Sedangkan rayuan yang dimaksud di atas adalah semua ucapan yang dapat memikat pasangan, menambah kemesraan dan merangsang gairah berjima'. Dalam istilah fiqih kalimat-kalimat rayuan yang merangsang disebut 'rafats', yang tentu saja haram diucapkan kepada selain istrinya.

Selain ciuman dan rayuan, unsur penting lain dalam pemanasan adalah sentuhan mesra. Bagi pasangan suami istri, seluruh bagian tubuh adalah obyek yang halal untuk disentuh, termasuk kemaluan. Terlebih jika dimaksudkan sebagai penyemangat jima'. Demikian Ibnu Taymiyyah berpendapat.

Syaikh Nashirudin Al-Albani, mengutip perkataan Ibnu Urwah Al-Hanbali dalam kitabnya yang masih berbentuk manuskrip, Al-Kawakbu Ad-Durari,

"Diperbolehkan bagi suami istri untuk melihat dan meraba seluruh lekuk tubuh pasangannya, termasuk kemaluan. Karena kemaluan merupakan bagian tubuh yang boleh dinikmati dalam bercumbu, tentu boleh pula dilihat dan diraba. Diambil dari pandangan Imam Malik dan ulama lainnya."

Berkat kebesaran Allah, setiap bagian tubuh manusia memiliki kepekaan dan rasa yang berbeda saat disentuh atau dipandang. Maka, untuk menambah kualiti jima', suami istri diperbolehkan pula menanggalkan seluruh pakaiannya.
Dari Aisyah RA, ia menceritakan,
"Aku pernah mandi bersama Rasulullah dalm satu bejana…"
(HR. Bukhari dan Muslim).


Untuk mendapatkan hasil sentuhan yang optimal, sewajarnya suami istri mengetahui dengan baik titik-titik yang mudah membangkitkan gairah pasangan masing-masing. Maka diperlukan sebuah komunikasi terbuka dan santai antara pasangan suami istri, untuk menemukan titik-titik tersebut, agar menghasilkan kesan yang maksima saat berjima'.

Diperbolehkan bagi pasangan suami istri yang tengah berjima' untuk mendesah. Karena desahan adalah sebagian dari meningkatkan gairah. Imam As-Suyuthi meriwayatkan, ada seorang qadhi yang menggauli istrinya. Tiba-tiba sang istri meliuk dan mendesah. Sang qadhi pun menegurnya. Namun tatkala keesokan harinya sang qadhi mendatangi istrinya ia justru berkata, "Lakukan seperti yang kelmarin."

Satu hal lagi yang menambah kenikmatan dalam hubungan intim suami istri, yaitu posisi bersetubuh. Kebetulan Islam sendiri memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada pemeluknya untuk mencoba berbagai variasi posisi dalam berhubungan seks. Satu-satunya ketentuan yang diatur syariat hanyalah, semua posisi seks itu tetap dilakukan pada satu jalan, yaitu faraj. Bukan yang lainnya.

Allah Subhanahu wata'ala berfirman,
"Istri-istrimu adalah tempat bercocok tanammu, datangilah ia dari arah manapun yang kalian kehendaki."
QS. Al-Baqarah (2:223).


Posisi Ijba'

Menurut ahli tafsir, ayat ini turun sehubungan dengan kejadian di Madinah. Suatu ketika beberapa wanita Madinah yang menikah dengan kaum muhajirin mengadu kepada Rasulullah Shollallohu 'Alaihi Wasallam, karena suami-suami mereka ingin melakukan hubungan seks dalam posisi ijba' atau tajbiyah. Ijba adalah posisi seks dimana lelaki mendatangi faraj perempuan dari arah belakang.

Yang menjadi persoalan, para wanita Madinah itu pernah mendengar perempuan-perempuan Yahudi mengatakan, barangsiapa yang berjima' dengan cara ijba' maka anaknya kelak akan bermata juling. Lalu turunlah ayat tersebut.

Terkait dengan ayat 233 Surah Al-Baqarah itu Imam Nawawi menjelaskan,
"Ayat tersebut menunjukan diperbolehkannya menyetubuhi wanita dari depan atau belakang, dengan cara menindih atau bertelungkup. Adapun menyetubuhi melalui dubur tidak diperbolehkan, karena itu bukan lokasi bercocok tanam."
Bercocok tanam yang dimaksud adalah berketurunan.

Muhammad Syamsul Haqqil Azhim Abadi dalam 'Aunul Ma'bud menambahkan,
"Kata ladang (hartsun) yang disebut dalam Al-Quran menunjukkan, wanita boleh digauli dengan cara apapun : berbaring, berdiri atau duduk, dan menghadap atau membelakangi.."


Demikianlah, Islam, sebagai agama rahmatan lil 'alamin, lagi-lagi terbukti memiliki ajaran yang sangat lengkap dan seksama dalam membimbing umatnya mengarungi samudera kehidupan. Semua sisi dan potensi kehidupan dikupas tuntas serta diberi tuntunan yang detail, agar umatnya boleh tetap bersyariat sambil menjalani fitrah kemanusiannya.

Sumber : Sutra Ungu, Panduan Berhubungan Intim Dalam Perspektif Islam, karya Abu Umar Baasyir

Faedah Mandi Songsang

Mandi songsang adalah satu kaedah terapi yang amat hebat dan menghasilkan kesan yang menakjubkan kepada pengamalnya.

Apakah itu mandi songsang? Lazimnya pada masa sekarang ramai orang akan mandi dengan menjiruskan air bermula pada bahagian kepala. Situasi ini sebenarnya akan memberikan kesan yang buruk pada kesihatan diri.

Sistem saraf pendarahan otak akan mengecut kerana siraman air tersebut… Ini akan membuatkan sistem otak akan terjejas. Cara mandi biasa akan menyebabkan sistem pertahanan badan akan menjadi lemah. Seluruh sistem hormon dan kimiawi badan adalah diatur dan disettingkan di dalam kepala, maka cara mandi biasa lebih banyak akan memberikan impak yang buruk kepada sistem pertahanan badan.

Jadi, apa itu mandi songsang? Mandi songsang adalah amalan membasahkan tubuh badan bermula dari kaki dan beransur-ansur membasahi bahagian atas badan kemudian diakhiri dengan kepala. (kecuali mandi hadas besar dimulakan dari siraman di kepala.)

KEBAIKAN DAN KELEBIHAN
1) Menjadikan pengamalnya awet muda dan fresh.
2) Mengembangkan salur darah otak-menjadikan sistem darah di bahagian otak jadi bertambah baik untuk berfungsi.
3) Menjadikan sistem pertahanan badan akan bertambah baik fungsinya seterusnya menjana sistem hormon badan dengan lebih hebat untuk tahap kesihatan yang maksimum.
4) Mengurangkan tekanan (stress) yang telah dihasilkan oleh otak.
5) Melancarkan perjalanan darah.
6) Menjadikan pengamal semakin pintar.
7) Meninggikan daya ingatan.
8)Mengelakkan atau mengurangkan sakit kepala.
9) Menjadikan state mood yang tenang dan ceria.
10) Menjadikan jiwa sentiasa bersemangat.
11) Memiliki daya ketahanan mental.
12) Menambahkan semangat berani.
13) Menguatkan gusi dan gigi dan banyak lagi yang akan diketahui apabila mula diamalkan.

Ahad, Februari 08, 2009

Boikot pasukan bola EPL

salam,
Tajuk ini mungkin agak sensitif kepada sesetengah pihak tetapi ada beberapa pasukan dalam EPL yang perlu kita boikot:

1. The Red Devils- perlu diboikot kerana 'twist' identiti syaitan yg. sememangnya musuh umat Islam kepada hero yg. hebat dalam bolasepak. ini namanya 'rebranding'.
selain itu, penaja AIG juga adalah syarikat Yahudi.

2. The Reds- perlu diboikot kerana mempromosikan arak (Carlsberg), sedangkan hadis Nabi melaknat golongan2 yg ada 'saham' dalam arak, mula perkara huluan hingga hiliran.

3. Everton- perlu diboikot kerana penajanya adalah syarikat Yahudi.

kepada pembaca yg ada maklumat tentang pasukan2 lain, sila berkongsi dgn. pembaca2 yg lain.

sekian. terima kasih.

Ahad, Januari 25, 2009

Sinopsis buku BAITUL MAQDIS:KESUCIAN YANG DIPERTAHANKAN



isi kandungan:
- nama-nama Baitul Maqdis
- sejarah Baitul Maqdis (sejak zaman pra-sejarah hingga Perang Dunia Pertama)
- kedudukan Baitul Maqdis di sisi 3 agama langit.
- pelan dan mercu tanda Baitul Maqdis

harga RM25 (tidak termasuk kos pos)

Dato' Azlina dinobat Wanita Ikon 2008

sila klik di sini untuk maklumat lanjut.

tahniah Dato'.kami tumpang bangga dengan pengiktirafan ini. Dato' memang berhak berkat jasa-jasa memartabatkan ekonomi ummah.

DCL. SATU WADAH PERJUANGAN. LEBIH ADIL, LEBIH SUKSES.

Jumaat, Januari 23, 2009

Catatan tetamu MHI (4)




akhir kata, selepas program tv3 tu, saya pun tak sangka saya dapat melaluinya dengan baik, walaupun ada sedikit kekurangan.

akhirnya, mungkin saya dapat menemuinya. saya percaya ia datang daripada kursus2 dan latihan2 yg pernah saya hadiri dalam DCL.

antara pengisian DCL adalah kita ditanamkan sikap percaya kpd. kemampuan diri sendiri dan berusaha dengan bersungguh-sungguh dalam perniagaan dan kehidupan.

kita adalah hebat.

Rabu, Januari 14, 2009

Catatan tetamu MHI (2)

Saya kembali ke kereta dan sementara ada masa terluang, saya cuba melelapkan mata memandangkan kelat mata belum hilang sepenuhnya (tidur2 ayam je..). sekejap-sekejap tengok jam tangan dan jam kereta, risau juga sebab En. Shahrudin tak sampai-sampai lagi walaupun jam dah hampir 6.30 pagi.

Tak lama kemudian, ada sorang staf Must Read sampai. Sayapun cepat2 tanya dia, bila boss nak sampai? Dia jawab, "kejap lagi". Ok takpe, lega sikit. Selang 10 minit, boss Must Read pun sampai. Kami berdua pun lekas-lekas masuk kereta.

Perjalanan melalui MRR2 arah ke Kepong agak lancar memandangkan waktu masih awal. Kami bertiga berbual dan berbincang sedikit tentang perkembangan terkini di Gaza dan kempen boikot produk Amerika dan Israel. Kalau syarikat total Amerika dan Israel yang 'invest' di Malaysia, dah jelas la.

Yang jadi masalahnya, syarikat Amerika (atau Israel) yang menjual francais, misalnya KFC atau McD, malah pemegang francais adalah syarikat orang Islam. Tapi kalau nak pastikan kempen boikot ni berjaya, tak boleh lah hangat2 tahi ayam. Kenalah boikot secara berterusan.

Sampai je di Sri Pentas, kami pun terus bergegas mencari studio MHI. Masuk je dalam Sri Pentas, saya nampak studio Hot FM. Nampak Faizal Ismail dan Fafau sedang beraksi, mengendalikan rancangan pagi diorang. Tak sangka dapat tengok secara live. Kira saya respek la diorang ni sebab bakat dan kemampuan diorang berdua bercakap, banyak idea dan kreatif. Yang lain2 tu, biasa je (ada peminat Faisal atau Fafau ke kat sini?)

Ke depan sikit, ada set rancangan 'Apa-apa aje'. Set kat laluan orang, simple je. Kemudian, jumpa pulak dengan studioa Fly FM. Kecik je studioa. Rasanya bilik ASPURA lagi besar.

Masa ni, kami dah sesat sikit. Terpaksalah tanya pada staf TV3. rupanya dulu, tapak studio Fly FM kosong. Pastu tv3 buat 'partition'. Tu sebab jadi berubah. Dasyat juga. Semua ruang dimaksimakan. Tak de ruang membazir.

Terus menuju ke bilik MHI, sampai2 je nampak Datuk Dr. Maamor Osman, PPIM. Rupanya dia pun ada slot pagi tu, tapi lepas slot saya. Segan juga sebab dia dah sampai awal, sedangkan saya baru sampai, macam la pro sgt. Tapi tak kisah la, nak buat camna. Saya dah sampai awal, 'pemandu' yang lambat.

Pastu, pengurus tetamu (istilah reka sendiri) minta saya 'touch up' muka sikit. Segan betul. Jurusolek berus muka ala kadar dan sikat kening dan misai. Dah selesai, sayapun di bawa masuk ke set MHI.

Masa ni, Mazidul dan Fitri tengah bagi ulasan berita kot. Kemudian, ada juruteknik pasangkan mikrofon kecil di baju. Sementara menunggu, saya duduk di set WHI. Opss lupa nak bagitau, set MHI dan WHI dalam satu studio.

Tiba masa yang ditunggu-tunggu, saya pun dijemput duduk di sofa merah. Mula-mula gelabah juga tapi tenangkan hati dan banyakkan selawat. Saya fikir inilah peluang nak beri kefahaman lebih kepada audien. So, tenang2…

Sebelum temuramah saya bermula, MHI menayangkan video klip mangsa serangan Israel di Gaza. Sungguh sadis dan menyayat hati (lagu iringan, 'Intifadah' oleh Rabbani). Sebelum slot bermula, saya tertanya-tanya juga, sapala personaliti yang akan temuramah saya. Harap2 juga dapat Fedtri Yahya.

Alhamdulillah, dapat juga. Kalau dapat Mazidul, naya la pulok. Sebelum siaran bermula, saya bertanya kepada Fedtri, ada soalan dari pemanggil? Dia jawab, 'takde'. Lega …. Dada dah berdebar2 ni, ok ke tidak nanti aku cakap kat tv ni?...

Bersambung…

Selasa, Januari 13, 2009

Bukti AS boneka Israel

Israel memang dan semakin bongkak kerana mereka menguasai Amerika Syarikat. Sila klik untuk maklumat lanjut.

'Bush ikut telunjuk saya'

'Bush sokong Israel terus gempur Hamas'

Realiti Umat Islam:satu renungan

Salam,
saya terserempak dengan satu artikel di UM yang sangat menarik. sila klik untuk membacanya.

Catatan tetamu MHI

Catatan tetamu MHI pada 12 Januari 2009.

Di sini aku catatkan secara ringkas kronologi temuramah aku di MHI. Semoga ia dapat memberikan panduan kepada semua yang mungkin akan menjadi tetamu mana-mana syarikat tv.

Sebenarnya, slot temuramah ini dibuat pada cuti sekolah akhir tahun 2008 tetapi malangnya dibatalkan kerana alasan 'tidak relevan'. Pada mulanya, aku rasa terkilan juga ekoran pembatalan ini tetapi tetap reda. Aku yakin ada peluang lain pada masa akan datang (tetapi tidak bermakna aku berdoa penduduk Gaza kena serang ye…..).

Akhirnya, doaku terkabul juga. Pada suatu petang, seminggu sebelum 12 Jan, penerbit buku mnelefonku dan memaklumkan aku dijemput memberi ulasan pada tarikh 12 atau 16 Jan. setelah berfikir masak-masak, aku memilih tarikh 12 sebab kalau pilih tarikh 16, takut dibatalkan sekali lagi.

Seawal 4 pagi, aku sudah bangun dan mengulangkaji buku. Ada sedikit masa, aku surfing dan cari bahan-bahan tambahan (nilah untungnya ada Streamyx..). Perjalanan bermula pada jam 5 pagi. Sepatutnya lebih awal lagi aku bertolak dari rumah tetapi memandangkan perutku tidak semena-mena meragam (2 kali masuk bilik hajat), terpaksalah aku bertolak lebih lewat.

Sepanjang perjalanan melewat lebuhraya KL-Seremban, laluan trafik sangatlah memudahkan. Tidak banyak kenderaan. Aku terasa macam lebuhraya itu, aku yang punya. Kereta Kelisaku meluncur laju, berlumba dengan kenderaan-kenderaan yang lain. Walaupun dalam keadaan masih 'terpinga-pinga', aku menekan pedal minyak sehingga mencecah 140 kmj (kalau polis trafik tau, mesti kena saman punya…).

Aku sampai ke Wangsa Melawati sejurus sebelum Subuh. Akupun melaporkan ketibaanku kepada En. Shahrudin, pemilik Must Read Sdn Bhd, syarikat penerbit buku 'Baitul Maqdis:Kesucian yang dipertahankan'. Beliau yang akan membawa aku ke Sri Pentas sebab jalan kat KL ni, aku tak berapa paham sgt Seterusnya, aku pun berjalan kaki ke Masjid Wangsa Melawati (tak ingat nama masjid..) dan sekali lagi, sakit perutku menyerang. Cepat-cepat aku mencari tandas. Mujur sempat solat Subuh bersama jemaah masjid.

Bersambung……

Ahad, Januari 04, 2009

Inspirasi pejuang DCL

Makna pengorbanan bagi Azlina
D'navechee bukti kemampuan Azlina
Dulu guru sekolah, kini jutawan
Wanita sedia bersaing dalam MLM:Hajah Sarina Hashim (CA wanita pertama)
Anjakan paradigma cetus kejayaan Yaakob
Kejayaan tidak dilakar dengan mudah – Hizaz
Kamarudin buktikan bumiputera boleh jadi jutawan